Harga Aki Lampu Tenaga Surya

28 1

Ada banyak alasan di balik kenapa lampu tenaga surya kamu tidak bekerja, yang mana pada kebanyakan kasus disebabkan oleh baterai atau aki yang telah aus.

Sekalipun lampu, panel surya, dan sensornya masih bekerja dengan baik, namun jika baterainya sudah kehilangan daya maka tak akan mampu menampung lagi energi yang didapat dari sinar matahari.

Saat itu terjadi, maka tak akan ada output energi yang dikeluarkan sehingga lampu pun akan tetap mati semalaman penuh.

Untungnya, baterai lampu tenaga surya tidaklah mahal. Terutama untuk varian rumahan, kita bisa menggunakan baterai yang dapat dichas dengan ukuran AA atau AAA.

Sementara untuk lampu tenaga surya berkapasitas lebih besar, maka membutuhkan aki dengan ukuran yang telah disesuaikan.

Harga dari baterai AA dan AAA sendiri secara rata-rata bisa didapatkan sekitar 10 hingga 20 ribuan saja. Berbeda dengan aki yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Akan tetapi kita tak bisa memilih baterai secara asal, karena akan mempengaruhi kinerja dari lampu itu sendiri.

Lagipula ada baterai yang tak dapat dichas. Jika dipaksakan malah akan mengalami kerusakan.

Jenis Baterai dan Aki Untuk Lampu Tenaga Surya

Solar lamp memang tidak memerlukan baterai khusus untuk beroperasi, akan tetapi ada varian yang harus kamu gunakan.

Adapun jenisnya haruslah menggunakan baterai isi ulang NiCd (Nickel Cadmium) atau NiMH (Nickel Metal Hybdride).

Kedua baterai ini dijual di banyak toko lokal atau pun secara online, jadi kamu tak perlu repot mencari baterai lampu surya pengganti yang baru.

Hal yang harus kamu perhatikan mungkin ukuran dari lampu itu sendiri, karena lampu tenaga surya membutuhkan varian beragam dimulai dari AA, AAA, dan 2/3AA.

Dikarenakan ukuran 2/3AA cukup sulit didapatkan, maka lebih disarakan untuk membeli lampu tenaga surya yang menggunakan baterai AA dan AAA saja.

Kemudian untuk materialnya, maka lebih direkomendasikan untuk memilih jenis baterai yang berupa NiMH.

Alasannya cukup sederhana, karena NiMH lebih ramah lingkungan daripada NiCd. Belum lagi kapasitasnya yang seringkali 2 hingga 3 kali lebih baik daripada NiCD biasa, karena kepadatan energinya yang unggul.